link tugas 12 prinsip dasar animasi
https://www.youtube.com/watch?v=118lBh3UUa4
photography
hasil AmbayuPhotography
Senin, 30 Juni 2014
Senin, 23 Juni 2014
Artikel Animasi Tradisional_kelompok 1
Artikel
Animasi Tradisional
A. Animasi
Tradisional
Animasi
tradisional adalah teknik animasi yang paling umum dikenal samapai saat ini.
Animasi tradisional juga dikenal sebagai animasi cel atau animasi yang
dihasilakan dengan tangan yaitu setiap proses melibatkan tangan.Animasi
tradisional merupakan proses yang digunakan untuk film-film untuk
animasi-animasi yang paling lama yaitu pada abad ke 20.
B. Jenis
– jenis Animasi tradisional
a. Animasi
Tradisional Film
Ø Pengertisn
Cell Animation
Animasi cel atau Cell Animation
berasal dari kata “celluloid” adalah lembaran pada objek yang digambar atau
dicat untuk animasi tradisional, hard-drawn animation. Kata celluloid merupakan
material yang digunakan untuk membuat film gambar bergerak. Cell animation
biasanya merupakan lembaran- lembaran yang membentuk sebuah frame animasi.
Lembaran-lembaran ini memungkinkan animator untuk memisahkan dan menggambar
kembali bagian-bagian gambar yang berubah antara frame yang berurutan. Disebut
cell animation karena teknik pembuatannya dilakukan pada celluloid transparent.
Ø Teknik
dan cara kerja Cell Animation
Pada umumnya, karater
yang digambar pada cell lalu diletakan diatas background yang statis/diam. Hal
ini dapat mengurangi jumlah gambar yang harus digambar ulang dan dapat membagi
pekerjaan disetiap produksinya. Teknik ini juga dapat mengurangi jumlah biaya
produksi
Teknik ini ditemukan
oleh Earl Hurd, dan dipatenkan pada tahun 1914. Dulunya mereka menggambar garis
sketsa di sisi depan cel sedangkan mewarnainya di sisi blakang cel, namun sejak
tahun 1960an proses ini diganti dengan teknik xerografi atau teknik fotocopy.
Ini merupakan teknik penting lain yang dikembangkan oleh Caster Carlson di
Animation Photo Transfer Process, Pertama kali ditunjukan di The Black Cauldron
pada tahun 1985. Tidak setiap detail dari film animasi cel baru ditarik ke
setiap frame. Jika ini begitu, film animasi cel akan mengambil lebih lama untuk
menghasilkan. Itu umum bagi animator untuk membuat piring latar belakang.
Sebuah piring latar belakang latar belakang digambar tangan yang digunakan
kembali untuk beberapa adegan. Animator sering digunakan kembali gambar,
khususnya gambar karakter berjalan, karena akan sangat tidak efisien untuk
redraw sesuatu yang begitu berulang-ulang.
Ø Penggunaan
Cell Animation
Jika saat menonton
kartun dan mengetahui mana objek yang bergerak dan warna berbeda dengan
backgroundnya. Misalnya sebuah benda berada di foreground layer bersama dengan
objek lainnya, dan saat benda 1 itu bergerak sebelum benda 2 tersebut bergerak
ke adegan yg lain. Jika demikian berarti terjadi adanya background plate.filntstone
dan the simsons merukapan salah satu dari beberapa kartun yang menggunakan cell
animation pada pengerjaannya dan background plate sebagai alat bantu
produksinya. Sekarang Cell animation digunakan sebagian dalam periklanan, web
desain,
game dan kartun itu
sendiri.
b. Animasi
Tradisional Non Film
Ø Zoetrope
(1834)
Perangkat Zoetrope
adalah perangkat yang menciptakan citra gambar bergerak. Awal Zoetrope dasar
diciptakan di China sekitar 180 Masehi oleh penemu Ting Huan produktif (丁
缓).
Terbuat dari kertas tembus atau panel mika, Huan tergantung perangkat di atas
lampu. Udara berubah naik baling-baling di bagian atas dari yang tergantung
gambar dilukis di panel akan muncul untuk bergerak jika perangkat berputar pada
kecepatan yang tepat.
Para zoetrope modern
diproduksi pada tahun 1834 oleh William George Horner. Perangkat dasarnya
adalah sebuah silinder dengan celah vertikal di sekitar sisi. Sekitar tepi
bagian dalam dari silinder ada serangkaian gambar di sisi berlawanan dengan
celah. Sebagai silinder diputar, pengguna kemudian terlihat melalui celah untuk
melihat ilusi gerak. Zoetrope ini masih digunakan dalam program animasi untuk
menggambarkan konsep awal animasi.
Ø Magic
lantern (1950)
Magic Lantern adalah
pendahulu dari proyektor modern. Ini terdiri dari lukisan minyak tembus dan
lampu sederhana. Bila disatukan dalam sebuah ruangan gelap, gambar akan muncul
lebih besar pada permukaan yang datar. Athanasius Kircher
berbicara tentang hal ini berasal dari Cina pada abad ke-16. Beberapa
slide untuk lentera berisi bagian-bagian yang bisa digerakkan secara mekanis
untuk menyajikan gerakan terbatas di layar.
Ø Thaumatrope
(1824)
Thaumatrope Sebuah
mainan sederhana yang digunakan di era Victoria. Thaumatrope adalah disk
lingkaran kecil atau kartu dengan dua gambar yang berbeda di setiap sisi yang
melekat pada seutas tali atau sepasang string berjalan melalui pusat. Ketika
string diputar-mutar cepat antara jari, dua gambar muncul dan bergabung menjadi
satu gambar. Thaumatrope ini menunjukkan fenomena Phi, kemampuan otak untuk
terus merasakan gambar. Penemunya adalah Charles Babbage, Peter Roget, atau
John Ayrton Paris, tetapi Paris diketahui telah digunakan untuk menggambarkan
satu fenomena Phi pada 1824 ke Royal College of Physicians.
Ø Phenakistoscope
(1831)
Sebuah disk
phenakistoscope oleh Eadweard Muybridge (1893). Phenakistoscope adalah
perangkat animasi awal, pendahulu dari zoetrope tersebut. Ini diciptakan pada
tahun 1831 bersamaan dengan Belgia dan Joseph Plateau Simon von Stampfer
Austria.
Ø Praxinoscope
(1877)
Para praxinoscope,
ditemukan oleh ilmuwan Perancis Charles – Émile Reynaud, merupakan versi lebih
canggih dari zoetrope tersebut. Ini digunakan mekanisme dasar yang sama strip gambar
ditempatkan pada bagian dalam silinder berputar, tapi bukannya melihat melalui
celah, itu dilihat dalam serangkaian kecil, cermin stasioner di sekitar bagian
dalam silinder, sehingga animasi akan tinggal di tempat, dan memberikan gambar
lebih jelas dan kualitas yang lebih baik. Reynaud juga mengembangkan versi yang
lebih besar dari praxinoscope yang dapat diproyeksikan ke sebuah layar, yang
disebut Optique Théâtre.
Ø FlipBook
(1868)
FlipBook buku adalah
sebuah buku dengan serangkaian gambar-gambar yang bervariasi secara bertahap
dari satu halaman ke halaman berikutnya, sehingga ketika halaman yang berubah
cepat, gambar-gambar muncul untuk menghidupkan dengan mensimulasikan gerakan
atau beberapa perubahan lainnya. Buku sandal sering digambarkan buku untuk
anak-anak, tetapi juga dapat diarahkan untuk orang dewasa dan menggunakan
serangkaian foto-foto bukan gambar. FlipBook tidak selalu buku yang terpisah,
tetapi dapat muncul sebagai fitur tambahan dalam buku-buku biasa atau majalah,
sering di sudut-sudut halaman. Software paket dan situs juga tersedia yang
mengkonversi file video digital ke dalam custom-made FlipBook.
C. Video
D. Daftar
Pustaka
-
https://intanparlina.files.wordpress.com/2013/09/pembahasan-5-animasi.pdf
-
http://faradinda.blogspot.com/2010/11/animasi-merupakan-suatu-seni-untuk.html
-
http://bagusalfiyanto.blogspot.com/2010/04/perkembangan-animasi.html
Kamis, 22 Mei 2014
702012068
Gladys.G.Ambayu
Tugas Individu
CHALK ZONE
1 1. Sinopsis
cerita :
Chalk Zone adalah sebuah serial animasi dari Amerika Serikat yang
diproduksi oleh Frederator Studios untuk Nickelodeon. Di Indonesia serial
kartun ini ditayangkan oleh Global TV. Serial kartun atau animasi ini sangat
mirip dengan sebuah kartun dari tahun 1974 yang berjudul Simon in the Land of
Chalk Drawings.
Tokoh utama dalam kartun ini adalah seorang murid SD bernama Rudy
Tabootie. Ia memiliki sebuah kapur ajaib yang memungkinkannya masuk ke Chalk
Zona atau "Zona Kapur", sebuah dimensi lain di mana apapun yang
pernah digambar dengan kapur ajaib ini menjadi hidup.
Serial ini berkisar pada petualangan Rudy bersama Snap kawannya dan
teman sekelasnya Penny Sanchez. Pada awalnya kartun ini ditayangkan pada
tanggal 1 Februari 2003 dan dihentikan pada 9 September 2004.
2 2. Studio animasi : Frederator Studios
4 4. Sutradara : Bill Burnett.
5 5. Pemeran :
RUDY TABUDY
Rudy seorang seniman anak anak
menukan sebuah kapur di bawak kolong meja pada saat ia membuat huruf O terlhat
dunia yang bergambargan kapur dan bertemu dengan snap dari dunia kapur dan ia
mengajak teman peremuannya Penny Shances dan berteman dengan Snap tapi kenapa
Rudy selalu dengan Peny.
PENNY SHANCES
Penny adalah teman sekelas Rudy dan
ia seorang jenius kecil tetapi ia selalu mengikuti Rudy pergi ke dunia kapur
dan berteman dengan Snap.
SNAP SNAP
Snap adalah makhluk biru yang asli
dari dunia kapur yang baik dan berteman dengan Penny dan Rudy dan ia pun suka
dengan ratu ratsiba yang dermawan.
Tri Wahyuni - 702012049
Tugas Individu
1. Sinopsis
cerita :
Naruto Shippuden 322 Uchiha Madara
Edo tensei Uchiha Madara akhrinya menunjukan kekuatan yang sebenarnya.
Ia pun turun dan dengan cepat ia menyerang pasukan aliansi dengan mudah satu
persatu shinobi ia kalahkan hanya dengan beberapa pukulan saja, tetapi
tiba-tiba temari menebaskan kipas anginnya kea rah edo tensei Uchiha madara
sehingga ia terpental cukup jauh akan tetapi jutsu itu belum cukup untuk
membuat madara kalah.Tetapi yang mengejutkan ketika madara menciptakan sebuah
batu raksasa seukuran meteor dilangit dengan Rinnegan yang ia miliki, batu
raksasa itu pun jatuh mengarah ke bawah tepat diatas pasukan aliansi shinobi
akan tetapi Tsuchikage secara sendirian menahan batu raksasa dan mengeluarkan jutsu
“Doton : Chokeijugan no jutsu meringakan benda dan kazege gaara pun membantu
dengan pasirnya, dan akhirnya batu raksasa itu pun berhenti.
1. Studio animasi : Pierrot dan Aniplex
2. Production house : Pierrot, Aniplex, Badai Co, dentsu
3. Sutradara : Hajime kamegaki
4. Pemeran : Naruto Uzumaki, Sakura Haruno, Shizune,
chouji Akimichi, Neji Hyuga, Tsunade, shikamaru nara, Rock lee,
Shion, Mirou, Setsuna , Gitai, Shizuku, kusuna
Maria Claudia Debby Kurnia - 702012080
PHINEAS AND FERB
Phineas and Ferb adalah sebuah serial animasi Amerika
Serikat yang diproduksi oleh The Walt Disney Company melalui Walt Disney
Television Animation. Film ini disyuting di salah satu perumahan saat libur, di
kota bagian fiksi dari San Diego. Film ini merupakan hasil inspirasi dari
serial TV dari Nickelodeon, Rocko's Modern Life.
Setelah sukses dengan acara dari Viacom, SpongeBob
SquarePants, Jeff "Swampy" Marsh, dan Dan Povenmire menciptakan acara
ini. Dalam cerita, Phineas Flynn dan Ferb Fletcher bekerja membangun proyek di
halaman belakang bersama Perry, platipus peiharaan mereka. Perry seringkali
juga menghentikan secara mendadak tingkah gila dari penjahat Dr. Heinz
Doofenshmirtz. Film ini merupakan aspek visual versi 2D, didesain oleh Rough
Draft Studios di Korea Selatan. Selain itu didukung juga oleh TMS Entertainment
dari Jepang.
Karakter utama
·
Vincent Martella sebagai Phineas Flynn (Phineas)
·
Thomas Sangster sebagai Ferb Fletcher (Ferb)
·
Ashley Tisdale sebagai Candace Gertrude Flynn (Candace)
·
Dee Bradley Baker sebagai [Perry si Platypus]
(Agen P)
·
Dan Povenmire sebagai Dr. Heinz Doofenshmirtz
(Profesor Doofenshmirtz)
·
Dee Bradley Baker sebagai [Pingky Si Chihuahua]
(agen C)
UNGGUL CAHYO LAKSONO
Nama : Unggul Cahyo
Laksono
Nim : 702012110
The last airbender
Cerita bergulir ke
wilayah suku air. Seorang pengendali air bernama Katara dan saudara
laki-lakinya bernama Sokka menemukan seorang anak terkurung di dalam bongkahan
es. Mereka tidak sengaja bertemu dengannya dan membantu mengeluarkannya dari
dalam es. Katara yakin bahwa anak itu adalah seorang avatar yang masih awam
akan kemampuannya.
Aang, nama anak itu,
ditemukan bersama dengan seekor banteng terbang raksasa bernama Appa. Aang
memang menunjukkan bakatnya sebagai avatar. Sayang, kemampuannya itu belum
sempurna.
Akhirnya mereka
bertiga, Aang, Katara, dan Sokka berkelana mengelilingi dunia. Katara dan Sokka
membantu Aang untuk melatih kemampuannya agar dapat menguasai keempat unsur
elemen alam. Selain itu, mereka bertiga pun harus mengagalkan ambisi raja api
untuk menguasai dunia. Serta mendamaikan dunia dari bencana perang yang telah
digagas bangsa api. Maka bergulirlah cerita menjadi kisah yang seru untuk
ditonton.
Sebenarnya usia Aang
harusnya 12 tahun namun menurut cerita juga bahwa Aang tertidur dalam bongkahan
es 100 tahun lamanya. Jadilah dia menjadi berusia 112 tahun namun masih
terlihat seperti anak kecil pada umumnya. Teman Aang bernama Katara, Toph,
Sokka beserta binatang peliharaannya Momo dan Appa. Difilm inilah Aang bersama
dengan teman-temannya berusaha untukmenguasai empat elemen yang terdiri dari
air, udara, api dan angin untuk mengalahkan raja Api yang ingin menguasai
dunia.
Production House : Nickelodeon
Pembuat : Michael Dante DiMartino
Bryan Konietzko
Penulis : Michael Dante DiMartino
Bryan Konietzko
Aaron Ehasz
Sutradara : Lauren
MacMullan
Dave
Filoni
Giancarlo
Volpe
Ethan
Spaulding
Joaquim
Dos Santos
Pengisi suara : Karakter
Aang ini namanya adalah Zach Tyler Eisen.
Karakter zuko ini oleh Dante Basco
Karakter katara oleh Mae Whitman
Karakter zokka oleh Jack De Sena
Karakter toph si pengendali tanah oleh Jessie
Flower
Karakter azula adik dari pangeran zuko oleh Grey
DeLisle
DASAR ANIMASIA. DEFINISI ANIMASIAnimasi adalah gambar begerak berbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi. Gambar atau objek yang dimaksud dalam definisi di atas bisa berupa gambar manusia, hewan, maupun tulisan. Pada proses pembuatannyam sang pembuat animasi atau yang lebih dikenal dengan animator harus menggunakan logika berfikir untuk menentukan alur gerak suatu objek dari keadaan awal hingga keadaan akhir objek tersebut. Perencanaan yang matang dalam perumusan alur gerak berdasarkan logika yang tepat akan menghasilkan animasi yang menarik untuk disaksikan.Apabila kita perhatikan penjelasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan animasi, yaitu Objek/ gambar dan alur gerak. Atau juga Animasi merupakan suatu teknik menampilkan gambar berurut sedemikian rupa sehingga penonton merasakan adanya ilusi gerakan (motion) pada gambar yang ditampilkan. Secara umum ilusi gerakan merupakan perubahan yang dideteksi secara visual oleh mata penonton sehingga tidak harus perubahan yang terjadi merupakan perubahan posisi sebagai makna dari istilah ‘gerakan’. Perubahan seperti perubahan warna pun dapat dikatakan sebuah animasi.B. SEJARAH ANIMASI Animasi merupakan sutu teknik yang banyak sekali dipakai di dalam dunia film dewasa ini, baik sebagai suatu kesatuan yang utuh, bagian dari suatu film, maupun bersatu dengan film live. Dunia film sebetulnya berakar dari fotografi, sedangkan animasi berakar dari dari dunia gambar, yaitu ilustrasi desain grafis (desain komunikasi visual). Melalui sejarahnya masing-masing, baik fotografi maupun ilustrasi mendapat dimensi clan wujud baru di dalam film live clan animasi.Dapat dikatakan bahwa animasi merupakan suatu media yang lahir dari dua konvensi atau disiplin, yaitu film clan gambar. Untuk dapat mengerti clan memakai teknik animasi, kedua konvensi tersebut harus dipahami dan dimengerti. Film, biasa dipakai untuk merekam suatu keadaan, atau mengemukakan sesuatu. Film dipakai untuk memenuhi suatu kebutuhan umum, yaitu mengkomunikasikan suatu gagasan, pesan atau kenyataan. Karena keunikan dimensinya, clan karena sifat hiburannya, film telah diterima sebagai salah satu media audio visual yang paling popular dan digemari. Karena itu juga dianggap sebagai media yang paling efektif. Untuk dapat mempergunakan media film ada dua masalah pokok yang harus dihadapi, yaitu masalah teknis film clan masalah teknik mengemukakan sesuatu denga film atau biasa disebut teknik presentasi. Demikian juga dengan hal yang harus diketahui di dalam film animasi, yaitu masalah teknik animasi, dan masalah teknik mengkomunikasikan sesuatu dengan teknik animasi. Sering perkataan teknik berkomunikasi lebih akrab dikatakan seni berkomunikasi.Di dalam kenyataannya memang hal ini sangat erat hubungannya dengan berbagai bidang kegiatan seni, baik visual maupun verbal atau teateral. Bagi seorang perencana komunikasi, kegiatan ini sangat penting dimengerti. Seorang pembuat film akan mengahadapi masalah teknik membuat film dan seni membuat film. Semua hal yang tertulis di dalam pembahasan ini, bukanlah suatu batasan, melainkan suatu cara melihat dan ringkasan permasalahan yang harus dikembangkan.Asal Mula Teknik Film AnimasiKeinginan manusia untuk membuat gambar atau santiran (image) yang hidup dan bergerak sebagai pantara dari pengungkapan (expression) mereka, merupakan perwujudan dari bentuk dasar animasi yang hidup berkembang. Kata animasi itu sendiri sebenarnya penyesuaian dari kata animation, yang berasal dari kata dasar to animate, dalam kamus umum Inggris-Indonesia berarti menghidupkan (Wojowasito 1997). Secara umum animasi merupakan suatu kegiatan menghidupkan, menggerakkan benda mati; Suatu benda mati diberikan dorongan kekuatan, semangat dan emosi untuk menjadi hidup dan bergerak, atau hanya berkesan hidup. Sebenarnya, sejak jaman dulu, manusia telah mencoba meng¬animasi gerak gambar binatang mereka, seperti yang ditemukan oleh para ahli purbakala di gua Lascaux Spanyol Utara, sudah berumur dua ratus ribu tahun lebih; Mereka mencoba untuk menangkap gerak cepat lari binatang, seperti celeng,bison atau kuda, digambarkannya dengan delapan kaki dalam posisi yang berbeda dan bertumpuk (Hallas and Manvell 1973:23).Orang Mesir kuno menghidupkan gambar mereka dengan urutan gambar-gambar para pegulat yang sedang bergumul, sebagai dekorasi dinding. Dibuat sekitar tahun 2000 sebelum Masehi (Thomas 1958:8) Lukisan Jepang kuno memperlihatkan suatu alur cerita yang hidup, dengan menggelarkan gulungan lukisan, dibuat pada masa Heian(794-1192) (ensiklopedi Americana volume 19, 1976). Kemudian muncul mainan yang disebut Thaumatrope sekitar abad ke 19 di Eropa, berupa lembaran cakram karton tebal, bergambar burung dalam sangkar, yang kedua sisi kiri kanannya diikat seutas tali, bila dipilin dengan tangan akan memberikan santir gambar burung itu bergerak (Laybourne 1978:18).Hingga di tahun 1880-an, Jean Marey menggunakan alat potret beruntun merekam secara terus menerus gerak terbang burung, berbagai kegiatan manusia dan binatang lainnya. Sebuah alat yang menjadi cikal bakal kamera film hidup yang berkembang sampai saat ini. Dan di tahun 1892, Emile Reynauld mengembangkan mainan gambar animasi ayng disebut Praxinoscope, berupa rangkaian ratusan gambar animasi yang diputar dan diproyeksikan pada sebuah cermin menjadi suatu gerak film, sebuah alat cikal bakal proyektor pada bioskop (Laybourne 1978:23).Kedua pemula pembuat film bioskop, berasal dari Perancis ini,dianggapsebagai pembuka awal dari perkembangan teknik film animasi(Ensiklopedi AmericanavoLV1,1976:740)Sepuluh tahun kemudian setelah film hidup maju dengan pesat-nya di akhir abad ke 19. Di tahun 1908, Emile Cohl pemula dari Perancis membuat film animasi sederhana berupa figure batang korek api. Rangkaian gambar-gambar blabar hitam(black-line) dibuat di atas lembaran putih, dipotret dengan film negative sehingga yang terlihat figur menjadi putih dan latar belakang menjadi hitam. Sedangkan di Amerika Serikat Winsor McCay (lihat gambar disamping) membuat film animasi “Gertie the Dinosaur” pada tahun 1909. Figur digambar blabar hitam dengan latar belakang putih. Menyusul di tahun-tahun berikutnya para animator Amerika mulai mengembangkan teknik film animasi di sekitar tahun 1913 sampai pada awal tahun 1920-an; Max Fleischer mengembangkan “Ko Ko The Clown” dan Pat Sullivan membuat “Felix The Cat”. Rangkaian gambar-gambar dibuat sesederhana mungkin, di mana figure digambar blabar hitam atau bayangan hitam bersatu dengan latar belakang blabar dasar hitam atau dibuat sebaliknya. McCay membuat rumusan film dengan perhitungan waktu, 16 kali gambar dalam tiap detik gerakan. Fleischer dan Sullivan telah memanfaatkan teknik animasi sell, yaitu lembaran tembus pandang dari bahan seluloid (celluloid) yang disebut “cell”. Pemula lainnya di Jerman, Lotte Reineger, di tahun 1919 mengembangkan film animasi bayangan, dan Bertosch dari Perancis, di tahun 1930 membuat percobaan film animasi potongan dengan figure yang berasal dari potongan-potongan kayu. Gambar berikut adalah tokoh “Gertie The Dinosaurs”, dan “Felix the Cat”George Pal memulai menggunakan boneka sebagai figure dalam film animasi pendeknya, pada tahun 1934 di Belanda. Dan Alexsander Ptushko dari Rusia membuat film animasi boneka panjang “The New Gulliver” di tahun 1935. Di tahun 1935 Len Lye dari Canada, memulai menggambar langsung pada film setelah memasuki pembaharuan dalam film berwarna melalui film”Colour of Box”. Perkembangan Teknik film animasi yang terpenting, yaitu di sekitar tahun 1930-an. Dimana muncul film animasi bersuara yang dirintis oleh Walt Disney dari Amerika Serikat, melalui film”Mickey Mouse”, “Donald Duck” dan ” Silly Symphony” yang dibuat selama tahun 1928 sampai 1940.Pada tahun 1931 Disney membuat film animasi warna pertama dalam filmnya “Flower and Trees”. Dan film animasi kartun panjang pertama dibuat Disney pada tahun 1938, yaitu film “Snow White and Seven Dwarfs”. Demikian asal mula perkembangan teknik film animasi yang terus berkembang dengan gaya dan ciri khas masing-masing pembuat di berbagai Negara di eropa, di Amerika dan merembet sampai negara¬negara di Asia. Terutama di Jepang, film kartun berkembang cukup pesat di sana, hingga pada dekade tahun ini menguasai pasaran film animasi kartun di sini dengan ciri dan gayanya yang khas. Sikap Asas Film AnimasiFilm animasi berasal dari dua disiplin, yaitu film yang berakar pada dunia fotografi dan animasi yang berakar pada dunia gambar. Kata film berasal dari bahasa inggris yang telah di Indonesiakan, maknanya dapat kita lihat pada kamus umum Bahasa Indonesia: “1 barang tipis seperti selaput yang dibuat dari seluloid empat gambar potret negative (yang akan dibuat potret atau dimainkan dalam bioskop); 2 lakon (cerita) gambar hidup;” (Poerwadarminfa 1984) Secara mendasar pengertian film yang menyeluruh sulit dijelaskan. Baru dapat diartikan kalau dilihat dari konteksnya; misalnya dipakai untuk potret negatif atau plat cetak, film mengandung pengertian suatu lembaran pita seluloid yang diproses secara kimia sebelum dapat dilihat hasilnya; atau yang berhubungan dengan cerita atau lakon, film mengandung pengertian sebagai gambar hidup atau rangkaian gambar-gambar yang bergerak menjadi suatu alur cerita yang ditonton orang, bentuk film yang mengandung unsur dasar cahaya, suara dan waktu.Sedangkan pengertian animasi secara khusus dapat kita simak pada ensiklopedi “Americana”:“Animated, a motion picture consisting of series of invidual hand-drawn sketches, in which the positions or gestures of the figures are varied slightly from one sketch to another. Generally, the series is film and, when projected on screen, suggest that figures are moving” (Encyclopedia Americana vol. V1,1976). Teknik film animasi, sperti halnya film hidup, dimungkinkan adanya perhitungan keceaptan film yang berjalan berurutan antara 18 sampai 24 gambar tiap detiknya.Gambar yang diproyeksikan ke layar sebetulnya tidak bergerak, yang terlihat adalah gerakan semu, terjadi pada indra kita akibat perubahan kecil dari satu gambar ke gambar yang lain, adanaya suatu fenomena yang terjadi pada waktu kita melihat, disebut Persistence of Vision, sehingga menghasilkan suatu ilusi gerak dari pandangan kita.Berbeda dengan film hidup, gambar diambil dari pemotretan obyek yang bergerak, lalu dianalisis satu persatu menjadi beberapa gambar diam pada tiap bingkai pita seluloid.Sedangkan film animasi, gerak gambar diciptakan dengan menganalisis gambar per gambar atau kerangka demi kerangka oleh animator, lalu direkam gambar demi gambar atau gerak demi gerak dengan menggunakan kamera stop-frame, kamera yang memakai alat mesin penggerak frame by frame, yaitu alat penggerak pita seluloid bingkai per bingkai, dengan perhitungan waktu untuk tiap satu detik dibutuhkan 24 bukaan bingkai kamera untuk merekam gambar, gerak ke pita seluloid.
C.
JENIS-JENIS ANIMASI BESERTA CONTOHNYA·
2D animationadalah
jenis animasi yang memiliki sifat flat secara visual. Bila dilihat dari teknis
pembuatannya terdapat dua cara, yaitu manual dan komputer. teknik animasi
manual atau yang biasa disebut dengan cell animation adalah teknik animasi yang
paling lama usianya. Teknik animasi ini memungkinan animator untuk membuat
gambar pada lembaran celuloid (lembar trasparan) yang berlapis-lapis. karena
kemajuan teknologi sekarang animator tidak lagi membuat animasi tradisional ini
dengan lembaran celuloid, tapi bisa dengan menggunakan kertas biasa yang nanti
akan di pindai (scan) lalu di warna dengan menggunakan komputer.
Disebut tiga dimensi karena jenis ini memiliki sifat
kedalaman/ruang pada objeknya. Secara sepintas kita akan mudah mengenali film
animasi dengan jenis tiga dimensi ini. karena bentuknya yang halus, pencahayaan
yang lebih rill dan kesan ruang yang lebih terasa. Semua itu bisa dilakukan
karena dibantu dengan teknologi komputer masa kini yang sudah canggih. dalam
jenis animasi ini objek yang akan dianimasikan bisa dilihat dari semua
sudut/sisinya. seperti halnya boneka sungguhan namun objek dibuat secara
digital dengan menggunakan software khusus.Nah untuk film jenis ini pasti kita juga sudah sangat
akrab. diantaranya adalah: finding nemo, toy story, shrek, trasformer, dll·
Stop motion animation.
adalah teknik animasi yang
menggabungkan teknologi fotografi dengan animasi. media yang digunakan bisa
bermacam-macam. misalnya boneka, kertas, gambar dikertas, gambar di papan
tulis, lilin/malam, dll. semua objek itu bisa dijadikan sebagai objek animasi
yang nantinya akan di foto tiap gerakannya. Nah dengan teknik ini kita bisa
saja membuat animasi tanpa harus memiliki kemampuan menggambar. Lho kok bisa?
bisa saja, kita siapkan saja boneka atau robot-robotan yang kemudian digerakkan
sedikit-demi sedikit sambil difoto pergerakan. Dan tentunya dibutuhkan
ketelatenan dan kesabaran tingkat tinggi, seperti halnya jenis animasi lainnya.E. PERKEMBANGAN FILM ANIMASI DI DUNIAü Awal Perkembangan Animasi
Sejak
awal ditemukannya sinema, para pembuat film telah menggunakan teknik animasi
untuk menghasilkan efek visual, seperti ledakan, roket, serta benda terbang
lainnya dalam film-film mereka. Film animasi penuh pendek pertama dengan format
film standart tercatat adalah Humorous Phases of Funny Faces (1906) yang
diproduksi oleh kartunis surat kabar Amerika, J. Stuart Blackton. Film animasi
ini menggambarkan seorang kartunis yang tengah menggambar wajah di sebuah papan
tulis. Di wilayah Eropa film animasi pendek Fantasmagorie (1908) karya Émile
Cohl asal Perancis tercatat sebagai salah satu film animasi tertua. Sementara
film animasi panjang pertama adalah El Apóstol (1917) karya Quirino Cristiani,
animator asal Argentina. Animasi stop-motion “3-D” pertama tercatat adalah The
Grasshopper and the Ant (1911) dan The Cameraman's Revenge (1911) karya
animator Soviet Wladislaw Starewicz. Pada periode film bisu ini, film-film
animasi berkembang demikian pesat hampir di seluruh negara di dunia baik di
Asia, Eropa, dan terutama di Amerika.
Karakter
animasi pertama yang sangat berpengaruh dan sukses adalah Gertie, si
Brontosaurus dalam Gertie the Dinosaur (1914) yang filmnya berisi sebanyak
10.000 frame gambar. Sang kreator adalah animator komik kenamaan harian New York Herald, yakni Winsor McCay. Beberapa tahun
kemudian karakter populer, si kucing Felix karya animator Otto Messmer, muncul
pertama kali dalam film Feline Follies (1919) dan Musical Mews (1919). Kucing
superstar ini muncul dalam ratusan film pada satu dekade ke depan dan tercatat
merupakan karakter animasi pertama yang sukses menjadi merchandise. The Last
Life (1928) tercatat sebagai film animasi Felix terakhir yang popularitasnya
semakin menurun karena munculnya teknologi suara dan kalah bersaing dengan
superstar Walt Disney, Mickey Mouse. Sementara animator legendaris Walt Disney
semasa era film bisu ini tercatat telah sukses dengan seri kartun Alice serta
Oswald, Si Kelinci.ü
Animasi di Era Awal Film Bicara
..
Tidak kalah dengan Disney beberapa studio kompetitor lainnya
turut mengembangkan beberapa karakter animasi yang masih dikenal hingga kini.
Fleischer Brothers adalah empat bersaudara yang bertanggungjawab mempopulerkan
karakter-karakter populer seperti Bimbo, Betty Boob, hingga Popeye. Si seksi
Betty Boob mulai populer dalam film Silly Scandals (1931) namun setelah sukses
dengan beberapa filmnya karakter ini mulai memudar setelah munculnya lembaga
sensor film. Sementara karakter Popeye muncul pertama kali bersama Betty Boop
dalam Popeye the Sailor (1933). Sejak tahun 1938, Popeye menggantikan Mickey
Mouse sebagai karakter animasi paling populer di Amerika yang bertahan hingga
dua dekade ke depan. Fleischer Brothers bersama DC Comics kelak juga
mempelopori film animasi superhero populer, Superman (1941) yang diikuti
belasan seri lainnya.ü Periode
Emas Film Animasi di Era KlasikSelain
sukses dengan seri Mickey Mouse, Disney juga sukses besar dengan seri kartun Silly Symphony. Seri pertamanya adalah Skeleton Dance (1929) dan kemudian berlanjut sampai dengan 70 episode lebih hingga tahun 1939. Selama satu dekade ini seri Silly Symphony juga sukses menyabet tujuh Oscar untuk kategori animasi pendek terbaik. Flowers and Tree (1932) adalah peraih Oscar pertama untuk studio Disney serta tercatat sebagai film animasi pertama yang menggunakan teknologi tiga warna (technicolor). Seri yang paling populer adalah The Three Little Pigs (1933) dengan lagu hit-nya Who’s Afraid of the Big Bad Wolf?. Pada era 30-an ini pula ikon populer Disney lainnya mulai bermunculan, yakni Pluto, Goofy, serta Donald Duck.Walt Disney meraih kejayaannya pada akhir dekade 30-an hingga 50-an melalui belasan film animasi panjangnya. Disney mengawali rentetan suksesnya melalui animasi klasik, Snow White and the Seven Dwarfs (1937) yang tercatat sebagai pencetak keuntungan terbesar pada tahun rilisnya. Film yang merupakan perpaduan roman, fantasi, serta musikal ini menjadi formula dasar bagi film-film klasik Disney berikutnya, seperti Pinocchio (1940), Bambi (1942), Cinderella (1950), Alice in Wonderland (1951), serta Sleeping Beauty (1959). Disney juga melakukan terobosan besar melalui film termahalnya saat itu, yakni Fantasia (1940) yang merupakan perpaduan harmonis antara musik klasik dengan animasi.Studio Warner Bros. (WB) bersama tim animatornya, Isadore "Friz" Freleng, Bob Clampett, Chuck Jones, serta Tex Avery, bersaing dengan Disney melalui seri kartunnya yang ekstrem, brutal, serta “sadistik” yang memang ditujukan untuk penonton dewasa melalui seri Looney Toons dan Happy Harmonies. Melalui seri inilah ikon-ikon kartun klasik seperti Porky Pigs, Bugs Bunny, Elmer Fudd, Duffy Duck, Sylvester, Tweety, Speedy Gonzales, Road Runner, hingga Coyote mulai muncul. Mel Blanc juga dikenal sebagai pengisi suara nyaris semua ikon kartun WB tersebut. Sementara karakter kartun eksentrik WB lainnya, yakni Pink Panther baru muncul pada awal dekade 60-an.Sementara itu studio MGM bersama William Hanna dan Joseph Barbera menjadi rival serius Disney dan WB melalui seri kartun populernya, Tom & Jerry. Dua karakter ini muncul pertama kali dalam Puss Gets the Boot (1940). Sukses film ini berlanjut hingga dua dekade ke depan yang diproduksi hingga lebih dari seratus judul. Karakter kucing dan tikus ini mampu mendobrak dominasi Disney dengan meraih Oscar (animasi pendek terbaik) lebih banyak dibandingkan seri kartun lainnya. Dalam dekade 40-an saja tercatat ada lima judul film yang meraih Oscar yakni, Yankee Doodle Mouse (1943), Mouse Trouble (1944), Quiet, Please! (1945), The Cat Concerto (1946) serta The Little Orphan (1948).Pada periode ini teknik animasi stop-motion juga populer yang dipelopori oleh Ray Harryhausen, yang dijuluki pula bapak animasi stop-motion. Teknik ini sering digunakan sebagai efek visual dalam film-film fiksi ilmiah untuk menggambarkan karakter raksasa, monster, makhluk angkasa, dan lain sebagainya. Ray mulai terlibat produksi animasi stop-motion dalam Mighty Joe Young (1949), dan namanya mulai dikenal setelah bekerja dalam film-film sukses seperti Earth vs. The Flying Saucers (1956), The 7th Voyage of Sinbad (1958), Mysterious Island (1961), serta Jason and the Argonauts (1963). Ray masih terlibat dalam produksi animasi stop-motion hingga awal dekade 80-an.Pada era akhir 60-an hingga pertengahan 80-an film animasi nyaris tidak mengalami perkembangan yang berarti. Disney sepanjang dua dekade ini hanya mengeluarkan film-film animasi kelas duanya, seperti The Aristocats (1970), The Rescuers (1977), hingga Tron (1982). Sistem sensor yang mulai memudar di awal dekade 60-an juga berdampak pada film-film animasi seperti tampak pada karya-karya Ralph Bakshi. Salah satu arahannya, Fritz the Cats (1972) merupakan film animasi pertama yang mendapatkan rating X. Film ini berkisah tentang seekor kucing yang menyukai seks dan obat-obatan. Bakshi juga memproduksi animasi unik bertema fantasi, Wizard (1977) dan The Lord of the Rings (1978).F. STYLE ANIMASIØ Style Animasi di EropaAnimasi di eropa lebih banyak tentang animasi yang ber genre fantasy , kebanyakan menggunakan cerita-cerita klasik seperti sebuah kerajaan , atau dongeng sang putri dan pangeran. Contohnya saja animasi walt disney , yaitu ‘’snow white’’ yang berasal dari dongeng terkenal dari eropa. Di dalam animasi tersebut banyak menceritakan tokoh-tokoh yang fiktif , seperti mahkluk-mahkluk hutan , kurcaci dll. Dengan mengangkat tema kerajaan dan kehidupan yang fantasi , memang inilah ciri khas dari animasi-animasi yang ada di eropa.Contoh lainya adalah ‘’the smurf’’. Smurf adalah nama suku fiktif berkulit biru dan berukuran kecil yang diciptakan penulis belgia , peyo. Smurf dikisahkan hidup si sebuah hutan di eropa.Dari animasi smurf tersebut semakin terlihat bagaimana ciri khas dari animasi eropa , yang kebanyakan bercerita tentang dongeng fiktif.
Langganan:
Komentar (Atom)












